PertumbuhanDiterbitkan

KUR dan Pinjaman Usaha untuk UMKM: Syarat, Plafon, dan Cara Daftar 2026

Panduan KUR (Kredit Usaha Rakyat) 2026 — plafon Rp 10-500 juta, bunga 6%/tahun, syarat dokumen, beda KUR Mikro vs Kecil, dan alternatif pinjaman UMKM.

Oleh ··5 menit baca

KUR adalah salah satu program paling konkret yang pemerintah berikan untuk UMKM — pinjaman dengan bunga 6% per tahun ketika bunga pasar biasanya 12-18%. Bagi UMKM yang butuh modal kerja atau ekspansi, ini adalah opsi paling cost-effective dibanding pinjaman bank konvensional atau pinjaman online (fintech lending).

Jenis-Jenis KUR dan Mana yang Sesuai

KUR Mikro (sampai Rp 100 juta)

Paling relevan untuk UMKM skala kecil. BRI adalah penyalur terbesar dengan jaringan BRI Unit di hampir semua kecamatan Indonesia.

  • Plafon: maksimum Rp 100 juta
  • Bunga: 6% efektif per tahun
  • Tenor: maksimum 3 tahun (modal kerja) atau 5 tahun (investasi)
  • Agunan: tidak wajib untuk di bawah Rp 50 juta (bisa pakai karakter usaha)
  • Akumulasi maksimum: total plafon KUR yang pernah diterima per debitur Rp 500 juta

KUR Kecil (Rp 100 juta - Rp 500 juta)

Untuk UMKM yang sudah lebih established dan butuh modal lebih besar.

  • Plafon: Rp 100 juta - Rp 500 juta
  • Bunga: 6% per tahun
  • Agunan: wajib (BPKB kendaraan, sertifikat tanah, atau aset usaha lainnya)
  • Bank penyalur: BRI, BNI, Mandiri, BCA (tertentu), dan bank pembangunan daerah

KUR Super Mikro (sampai Rp 10 juta)

Untuk usaha mikro kecil yang baru mulai atau yang belum pernah dapat akses perbankan formal.

  • Plafon: sampai Rp 10 juta
  • Bunga: 3% per tahun (lebih rendah dari KUR Mikro biasa)
  • Tanpa agunan
  • Proses sangat cepat

Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Dokumen Dasar (Semua Jenis KUR)

  • KTP pemohon (wajib)
  • Kartu Keluarga
  • Surat nikah/cerai (kalau berlaku)
  • NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS — ini yang paling sering tidak disiapkan orang. Kalau belum punya, buat dulu di oss.go.id (lihat panduan NIB OSS) — proses bisa 15 menit
  • Rekening tabungan 3-6 bulan terakhir di bank yang sama (untuk KUR BRI: rekening BRI)

Dokumen Tambahan (Tergantung Plafon)

Di bawah Rp 50 juta:

  • Foto usaha/toko/lapak
  • Catatan penjualan/omzet (bisa tulis tangan kalau belum punya software akuntansi)

Rp 50-100 juta:

  • NPWP (kalau ada)
  • Laporan keuangan sederhana (neraca + laba rugi bulanan)

Rp 100 juta ke atas:

  • Agunan: BPKB kendaraan (minimal nilai 125% dari plafon) atau sertifikat tanah
  • Izin usaha spesifik (tergantung sektor: PIRT untuk kuliner, dll)
  • Laporan keuangan 1-2 tahun

Cara Daftar KUR Step by Step

Cara 1: Langsung ke Bank (Paling Umum)

  1. Datang ke kantor bank penyalur terdekat (BRI Unit, BNI Cabang, atau Mandiri Cabang)
  2. Minta formulir pengajuan KUR kepada petugas
  3. Isi formulir dan serahkan dokumen yang diminta
  4. Petugas bank melakukan wawancara dan penilaian
  5. Survei ke lokasi usaha (untuk plafon > Rp 25 juta biasanya ada survei)
  6. Persetujuan 3-14 hari kerja
  7. Penandatanganan akad kredit
  8. Pencairan ke rekening

Cara 2: Online/Digital (BRI)

BRI (bank penyalur KUR terbesar) sudah memungkinkan pengajuan KUR via aplikasi BRImo atau portal digital.kredit.bri.co.id. Lebih cepat tapi fitur masih lebih terbatas dibanding tatap muka.

Cara 3: Lewat Mantri/Petugas BRI Unit

Untuk daerah terpencil, petugas BRI Unit bisa datang ke lokasi usaha untuk pendampingan pengajuan.

Tips Agar Pengajuan Disetujui

1. Rekening aktif minimal 3-6 bulan

Bank mau melihat history transaksi. Rekening yang baru dibuka sebulan sebelum pengajuan menunjukkan tidak ada track record. Idealnya: buka rekening di bank yang sama sekarang, dan mulai semua transaksi usaha lewat sana.

2. Pisahkan rekening usaha dari pribadi

Ini mempercepat verifikasi. Bank lebih mudah menilai omzet bisnis kalau rekening tidak tercampur. Lihat kenapa rekening bisnis harus terpisah.

3. NIB aktif dan sesuai jenis usaha

KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha) di NIB harus sesuai dengan jenis usaha yang kamu ajukan KUR-nya. Ketidaksesuaian bisa jadi alasan penolakan.

4. Catatan keuangan, sekecil apapun

Tidak perlu laporan formal dari software akuntansi. Catatan tulis tangan penjualan bulanan selama 6 bulan terakhir sudah membantu petugas bank menilai kelayakan.

5. Kejelasan penggunaan dana

Siapkan penjelasan singkat: dana akan digunakan untuk apa (modal kerja? beli mesin? ekspansi?), dan proyeksi bagaimana usaha akan tumbuh sehingga bisa bayar cicilan.

Alternatif Selain KUR

Kalau tidak qualify KUR atau butuh proses lebih cepat:

ProdukBungaPlafonKecepatan
KUR6%/tahuns.d. Rp 500 juta3-14 hari
Fintech UMKM (Modalku, KoinWorks)12-24%/tahuns.d. Rp 2 miliar1-3 hari
BPUM (Banpres Produktif)0% (hibah)Rp 600.000-2.400.000Bergantung program
Kredit mikro bank swasta18-30%/tahuns.d. Rp 50 juta2-7 hari
Pinjaman koperasiVariatifTerbatasCepat

Untuk modal darurat jangka pendek, fintech lending lebih cepat tapi jauh lebih mahal. Kalau ada waktu untuk proses, KUR selalu lebih baik secara biaya.


KUR adalah salah satu hal paling konkret yang bisa dilakukan pemerintah untuk UMKM — dan utilization rate-nya masih jauh dari potensi karena banyak pelaku UMKM yang tidak tahu atau tidak mempersiapkan diri dengan benar. Ambil kesempatan ini selagi subsidi bunganya masih ada.


Artikel terkait:

BagikanWhatsAppXLinkedIn

Edisi mingguan

Dapat insight UMKM tiap Selasa

1 email, 1 topik, 5 menit baca. Tanpa promo, tanpa spam. Berhenti kapan saja.

Kami tidak akan share email kamu ke pihak ketiga. Baca kebijakan privasi.

Baca lainnya

Artikel terkait