PertumbuhanDiperbarui

KUR & Pinjaman Usaha UMKM: Syarat, Plafon, Cara Daftar 2026

Panduan KUR 2026 - plafon Rp 10-500 juta, bunga berjenjang mulai 6%/tahun, syarat & dokumen, beda KUR Mikro vs Kecil, plus simulasi cicilan.

Oleh ··Diperbarui 14 Juli 2026·7 menit baca

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah salah satu program paling konkret yang pemerintah berikan untuk UMKM - pinjaman bersubsidi dengan bunga mulai 6% per tahun ketika bunga pasar biasanya 12-18%. Bagi UMKM yang butuh modal kerja atau ekspansi, ini adalah opsi paling hemat biaya dibanding pinjaman bank konvensional atau pinjaman online (fintech lending). Satu hal yang sering terlewat: sejak skema terbaru, bunganya tidak lagi seragam 6% - ada tingkatan yang perlu dipahami sebelum mengajukan.

Jenis-Jenis KUR dan Mana yang Sesuai

KUR Mikro (sampai Rp 100 juta)

Paling relevan untuk UMKM skala kecil. BRI adalah penyalur terbesar dengan jaringan BRI Unit di hampir semua kecamatan Indonesia.

  • Plafon: maksimum Rp 100 juta
  • Bunga: 6% efektif per tahun
  • Tenor: umumnya sampai 3 tahun (modal kerja) atau 5 tahun (investasi)
  • Agunan: secara regulasi tidak wajib agunan tambahan sampai plafon Rp 100 juta (sebagian bank tetap meminta agunan untuk plafon menengah - konfirmasi ke petugas)
  • Akumulasi: ada batas total plafon KUR yang bisa diterima per debitur - tanyakan sisa kuotamu ke bank

KUR Kecil (Rp 100 juta - Rp 500 juta)

Untuk UMKM yang sudah lebih established dan butuh modal lebih besar.

  • Plafon: Rp 100 juta - Rp 500 juta
  • Bunga: 6% per tahun
  • Agunan: wajib (BPKB kendaraan, sertifikat tanah, atau aset usaha lainnya)
  • Bank penyalur: BRI, BNI, Mandiri, BCA (tertentu), dan bank pembangunan daerah

KUR Super Mikro (sampai Rp 10 juta)

Untuk usaha mikro kecil yang baru mulai atau yang belum pernah dapat akses perbankan formal.

  • Plafon: sampai Rp 10 juta
  • Bunga: 3% per tahun (lebih rendah dari KUR Mikro biasa)
  • Tanpa agunan
  • Proses sangat cepat

Bunga berjenjang: penting untuk peminjam berulang

Sejak skema KUR terbaru, bunga tidak lagi seragam 6% untuk semua orang. Pemerintah menerapkan bunga berjenjang (progresif) berdasarkan berapa kali kamu sudah mengambil KUR:

Akses KURPerkiraan bunga efektif/tahun
KUR Super Mikro (s.d. Rp 10 juta)3%
KUR Mikro/Kecil - pengajuan ke-16%
Pengajuan ke-27%
Pengajuan ke-38%
Pengajuan ke-49%

Logikanya: subsidi paling besar diarahkan ke usaha yang baru pertama kali mengakses kredit formal, sementara usaha yang sudah berulang kali meminjam diharapkan makin mandiri. Sebagian sektor produksi (pertanian, perikanan, industri kecil) bisa dikecualikan dari kenaikan ini. Karena aturannya berubah hampir tiap tahun anggaran, angka di atas adalah perkiraan - pastikan tarif yang berlaku ke bank penyalur sebelum tanda tangan akad.

Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Syarat Umum Pemohon

  • WNI berusia minimal 21 tahun, atau di bawah 21 tahun tapi sudah menikah
  • Usaha produktif sudah berjalan aktif minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit produktif lain (KPR, kredit kendaraan, dan kartu kredit umumnya tidak dihitung)
  • Bukan ASN, TNI/Polri, atau pegawai BUMN aktif berpenghasilan tetap (ada program pengecualian tertentu - tanyakan ke bank)

Dokumen Dasar (Semua Jenis KUR)

  • KTP pemohon (wajib)
  • Kartu Keluarga
  • Surat nikah/cerai (kalau berlaku)
  • NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS - ini yang paling sering tidak disiapkan orang. Kalau belum punya, buat dulu di oss.go.id (lihat panduan NIB OSS) - proses bisa 15 menit
  • Rekening tabungan 3-6 bulan terakhir di bank yang sama (untuk KUR BRI: rekening BRI)

Dokumen Tambahan (Tergantung Plafon)

Di bawah Rp 50 juta:

  • Foto usaha/toko/lapak
  • Catatan penjualan/omzet (bisa tulis tangan kalau belum punya software akuntansi)

Rp 50-100 juta:

  • NPWP pribadi (kini umumnya diminta untuk plafon di atas Rp 50 juta)
  • Laporan keuangan sederhana (neraca + laba rugi bulanan)

Rp 100 juta ke atas:

  • Agunan: BPKB kendaraan (nilai biasanya diminta di atas plafon) atau sertifikat tanah
  • Izin usaha spesifik (tergantung sektor: PIRT untuk kuliner, dll)
  • Laporan keuangan 1-2 tahun
  • Beberapa penyalur kini meminta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk KUR Kecil di atas Rp 100 juta - konfirmasi ke bank

Ketentuan dokumen dan ambang plafon bisa berbeda antar bank dan berubah mengikuti kebijakan tahunan, jadi cek daftar syarat resmi di bank penyalur sebelum datang.

Cara Daftar KUR Step by Step

Cara 1: Langsung ke Bank (Paling Umum)

  1. Datang ke kantor bank penyalur terdekat (BRI Unit, BNI Cabang, atau Mandiri Cabang)
  2. Minta formulir pengajuan KUR kepada petugas
  3. Isi formulir dan serahkan dokumen yang diminta
  4. Petugas bank melakukan wawancara dan penilaian
  5. Survei ke lokasi usaha (untuk plafon > Rp 25 juta biasanya ada survei)
  6. Persetujuan 3-14 hari kerja
  7. Penandatanganan akad kredit
  8. Pencairan ke rekening

Cara 2: Online/Digital (BRI)

BRI (bank penyalur KUR terbesar) sudah memungkinkan pengajuan KUR via aplikasi BRImo atau portal digital.kredit.bri.co.id. Lebih cepat tapi fitur masih lebih terbatas dibanding tatap muka.

Cara 3: Lewat Mantri/Petugas BRI Unit

Untuk daerah terpencil, petugas BRI Unit bisa datang ke lokasi usaha untuk pendampingan pengajuan.

Contoh perkiraan cicilan

Bank umumnya memakai metode anuitas (angsuran tetap tiap bulan). Sebagai gambaran, plafon Rp 50 juta dengan tenor 3 tahun (36 bulan) dan bunga efektif 6% per tahun menghasilkan angsuran sekitar Rp 1,52 juta per bulan, dengan total bunga sekitar Rp 4,8 juta selama masa pinjaman. Angka realisasi bisa sedikit berbeda karena biaya administrasi atau asuransi. Untuk plafon dan tenor lain, hitung sendiri lewat simulasi cicilan KUR.

Tips Agar Pengajuan Disetujui

1. Rekening aktif minimal 3-6 bulan

Bank mau melihat history transaksi. Rekening yang baru dibuka sebulan sebelum pengajuan menunjukkan tidak ada track record. Idealnya: buka rekening di bank yang sama sekarang, dan mulai semua transaksi usaha lewat sana.

2. Pisahkan rekening usaha dari pribadi

Ini mempercepat verifikasi. Bank lebih mudah menilai omzet bisnis kalau rekening tidak tercampur. Lihat kenapa rekening bisnis harus terpisah.

3. NIB aktif dan sesuai jenis usaha

KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha) di NIB harus sesuai dengan jenis usaha yang kamu ajukan KUR-nya. Ketidaksesuaian bisa jadi alasan penolakan.

4. Catatan keuangan, sekecil apapun

Tidak perlu laporan formal dari software akuntansi. Catatan tulis tangan penjualan bulanan selama 6 bulan terakhir sudah membantu petugas bank menilai kelayakan.

5. Kejelasan penggunaan dana

Siapkan penjelasan singkat: dana akan digunakan untuk apa (modal kerja? beli mesin? ekspansi?), dan proyeksi bagaimana usaha akan tumbuh sehingga bisa bayar cicilan. Untuk plafon lebih besar, satu halaman ringkas yang rapi sangat membantu - lihat cara membuat proposal usaha untuk pengajuan modal.

Alternatif Selain KUR

Kalau tidak qualify KUR atau butuh proses lebih cepat:

ProdukBungaPlafonKecepatan
KUR6%/tahuns.d. Rp 500 juta3-14 hari
Fintech UMKM (Modalku, KoinWorks)12-24%/tahuns.d. Rp 2 miliar1-3 hari
BPUM (Banpres Produktif)0% (hibah)Rp 600.000-2.400.000Bergantung program
Kredit mikro bank swasta18-30%/tahuns.d. Rp 50 juta2-7 hari
Pinjaman koperasiVariatifTerbatasCepat

Untuk modal darurat jangka pendek, fintech lending lebih cepat tapi jauh lebih mahal. Kalau ada waktu untuk proses, KUR selalu lebih baik secara biaya. Kalau ingin membandingkan semua opsi lebih dulu, baca 7 sumber modal usaha UMKM beserta plus-minusnya.


KUR adalah salah satu hal paling konkret yang bisa dilakukan pemerintah untuk UMKM - dan utilization rate-nya masih jauh dari potensi karena banyak pelaku UMKM yang tidak tahu atau tidak mempersiapkan diri dengan benar. Ambil kesempatan ini selagi subsidi bunganya masih ada.


Artikel terkait:

BagikanWhatsAppXLinkedIn

Edisi mingguan

Dapat insight UMKM tiap Selasa

1 email, 1 topik, 5 menit baca. Tanpa promo, tanpa spam. Berhenti kapan saja.

Kami tidak akan share email kamu ke pihak ketiga. Baca kebijakan privasi.

Baca lainnya

Artikel terkait