Almanak·Kamus Istilah UMKM

Kamus istilah bisnis UMKM.

Arti singkat 48 istilah yang paling sering muncul saat menjalankan usaha kecil - keuangan, pajak, legal, marketing, dan operasional. Tiap istilah menautkan ke panduan lengkapnya.

Keuangan & modal

Istilah dasar yang wajib dipahami sebelum menghitung untung-rugi usaha.

BEP (Break-Even Point)- Titik impas
Titik saat total pendapatan persis menutup total biaya - belum untung, belum rugi. Dihitung dengan membagi biaya tetap dengan margin kontribusi per unit, dan jadi target penjualan minimum yang harus dicapai. Selengkapnya →
HPP (Harga Pokok Penjualan)
Total biaya langsung untuk memproduksi atau mengadakan satu unit produk - bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi. HPP jadi dasar menetapkan harga jual supaya tiap penjualan benar-benar untung. Selengkapnya →
Arus Kas (Cash Flow)
Aliran uang masuk dan keluar usaha dalam periode tertentu. Usaha bisa terlihat untung di atas kertas tapi tetap kolaps kalau arus kasnya negatif - uang keluar lebih cepat daripada yang masuk. Selengkapnya →
Laporan Laba Rugi
Laporan yang merangkum pendapatan dikurangi seluruh biaya dalam satu periode, menghasilkan laba bersih atau rugi. Alat utama untuk tahu apakah usaha benar-benar menghasilkan. Selengkapnya →
Margin
Selisih antara harga jual dan biaya, biasanya dalam persen. Margin kotor mengukur untung dari produk; margin bersih mengukur untung setelah semua biaya operasional. Selengkapnya →
ROI (Return on Investment)
Ukuran seberapa besar keuntungan dibanding modal yang diinvestasikan, dinyatakan dalam persen. Dipakai membandingkan mana peluang usaha atau pengeluaran yang paling menguntungkan. Selengkapnya →
KUR (Kredit Usaha Rakyat)
Program pinjaman modal pemerintah untuk UMKM dengan bunga bersubsidi yang jauh lebih rendah dari kredit komersial, disalurkan lewat bank seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Selengkapnya →
Rekening Bisnis
Rekening bank terpisah khusus transaksi usaha. Memisahkannya dari rekening pribadi membuat pembukuan rapi, memudahkan lapor pajak, dan menunjukkan usaha serius saat mengajukan pinjaman. Selengkapnya →

Pajak

Istilah perpajakan yang paling sering ditemui pelaku UMKM. Verifikasi ketentuan terbaru ke pajak.go.id.

PPh Final UMKM 0,5%
Pajak penghasilan bersifat final sebesar 0,5% dari omzet bruto untuk UMKM (PP 55/2022 & PP 20/2026). Berlaku untuk Orang Pribadi, PT Perorangan, dan koperasi; Orang Pribadi bebas PPh sampai omzet Rp 500 juta per tahun. Selengkapnya →
PPh 21
Pajak penghasilan atas gaji atau upah karyawan, yang wajib dipotong dan disetor oleh pemberi kerja setiap bulan. Selengkapnya →
PPh 23
Pajak yang dipotong saat badan usaha membayar jasa, sewa (selain tanah dan bangunan), atau royalti ke pihak lain - umumnya 2%, dan 15% untuk royalti atau dividen. Selengkapnya →
PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
Pajak atas konsumsi barang dan jasa yang dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak dari pembeli, lalu disetor ke negara. Wajib dipungut setelah usaha dikukuhkan sebagai PKP. Selengkapnya →
PKP (Pengusaha Kena Pajak)
Status yang wajib dimiliki usaha dengan omzet melewati Rp 4,8 miliar per tahun (atau dipilih sukarela). Setelah jadi PKP, usaha wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN. Selengkapnya →
NPWP
Nomor Pokok Wajib Pajak, identitas wajib pajak. Untuk Orang Pribadi kini NIK berfungsi sebagai NPWP; badan usaha memiliki NPWP tersendiri. Selengkapnya →
SPT Tahunan
Surat Pemberitahuan pajak yang wajib dilaporkan setiap tahun: Orang Pribadi paling lambat 31 Maret, Badan 30 April. Tetap wajib dilaporkan meski pajak terutang nol. Selengkapnya →
Coretax
Sistem administrasi pajak inti DJP yang menggantikan layanan lama mulai 2026 - tempat wajib pajak mendaftar, menyetor, dan melapor pajak secara online. Selengkapnya →
Bea Meterai
Pajak atas dokumen tertentu (perjanjian, kuitansi, akta) sebesar Rp 10.000, umumnya untuk dokumen bernilai di atas Rp 5 juta atau yang dipakai sebagai alat bukti, per UU 10/2020. Selengkapnya →

Marketing & pertumbuhan

Istilah untuk mendatangkan, mengukur, dan mempertahankan pelanggan.

SEO (Search Engine Optimization)
Praktik mengoptimalkan konten dan situs agar muncul di hasil pencarian organik (gratis). Untuk UMKM, sumber pengunjung berbiaya rendah yang efeknya menumpuk dari waktu ke waktu. Selengkapnya →
Sales Funnel
Tahapan yang dilalui calon pelanggan dari mengenal (awareness), mempertimbangkan, membeli, sampai jadi pembeli berulang. Memetakannya membantu tahu di titik mana calon pelanggan berhenti. Selengkapnya →
CAC (Customer Acquisition Cost)
Biaya rata-rata untuk mendapatkan satu pelanggan baru - total biaya pemasaran dibagi jumlah pelanggan baru. Harus lebih kecil dari nilai pelanggan agar usaha sehat. Selengkapnya →
CLV / LTV (Customer Lifetime Value)
Total nilai yang diberikan seorang pelanggan sepanjang hubungannya dengan usahamu. Semakin tinggi CLV, semakin besar anggaran wajar untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan. Selengkapnya →
Copywriting
Seni menulis teks penjualan yang menggerakkan pembaca untuk bertindak - dari judul, deskripsi produk, sampai ajakan beli. Formula seperti AIDA sering dipakai sebagai kerangka. Selengkapnya →
Customer Persona
Profil semi-fiktif pelanggan ideal berdasarkan data nyata - usia, kebutuhan, masalah, dan kebiasaan. Membantu menyusun produk dan pesan pemasaran yang tepat sasaran. Selengkapnya →
Retensi Pelanggan
Upaya mempertahankan pelanggan agar kembali membeli. Umumnya jauh lebih murah daripada mencari pelanggan baru, dan jadi mesin pertumbuhan yang stabil. Selengkapnya →
Upsell & Cross-sell
Teknik menaikkan nilai transaksi: upsell menawarkan versi lebih tinggi, cross-sell menawarkan produk pelengkap. Cara cepat menaikkan rata-rata nilai belanja tanpa menambah pelanggan. Selengkapnya →
Google Business Profile
Profil usaha gratis dari Google yang membuat usahamu muncul di Google Maps dan pencarian lokal 'dekat saya'. Prioritas utama SEO lokal untuk usaha berlokasi fisik. Selengkapnya →
KPI (Key Performance Indicator)
Metrik kunci yang dipantau owner untuk mengukur kesehatan usaha - misalnya omzet, margin, jumlah pelanggan baru, dan arus kas. Fokus pada sedikit metrik yang benar-benar menggerakkan. Selengkapnya →

Operasional & digital

Sistem, tools, dan model operasi yang menjalankan usaha sehari-hari.

SOP (Standard Operating Procedure)
Prosedur baku tertulis untuk menjalankan tugas berulang secara konsisten. Membuat usaha bisa didelegasikan dan kualitasnya terjaga meski tanpa owner. Selengkapnya →
QRIS
Quick Response Code Indonesian Standard - standar QR pembayaran nasional dari Bank Indonesia yang menerima pembayaran dari semua aplikasi (GoPay, OVO, DANA, m-banking) lewat satu kode. Selengkapnya →
POS / Kasir
Point of Sale - sistem (aplikasi atau perangkat) untuk mencatat penjualan, mengelola stok, dan merekap laporan di titik transaksi. Menggantikan pencatatan manual. Selengkapnya →
Payment Gateway
Layanan yang memproses pembayaran digital (kartu, e-wallet, transfer) di toko online, seperti Midtrans dan Xendit. Menghubungkan tokomu ke berbagai metode bayar. Selengkapnya →
Dropship & Reseller
Dua model jualan tanpa produksi sendiri: reseller menyetok produk lalu menjual kembali; dropshipper menjual tanpa menyetok - supplier yang mengirim langsung ke pembeli. Selengkapnya →
Print on Demand (POD)
Model produksi barang (kaos, mug, tote) hanya saat ada pesanan, lewat pihak ketiga. Tanpa stok dan modal produksi di muka, cocok untuk brand merchandise. Selengkapnya →
Inventory (Manajemen Stok)
Pengelolaan persediaan barang agar tidak kehabisan atau kelebihan stok. Stok menumpuk mengikat modal; stok kosong kehilangan penjualan. Selengkapnya →

Pertanyaan umum

Apa itu kamus istilah bisnis UMKM ini?

Ini daftar arti singkat istilah yang paling sering ditemui pelaku UMKM di Indonesia - mulai dari keuangan (BEP, HPP, arus kas), pajak (PPh Final, PPN, NPWP), legal (NIB, PKWT, merek dagang), marketing (SEO, CAC, sales funnel), sampai operasional (QRIS, POS, dropship). Setiap istilah ditautkan ke panduan lengkapnya.

Apa beda PKWT dan PKWTT?

PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) adalah kontrak kerja untuk jangka waktu atau proyek tertentu - istilah untuk karyawan kontrak, dengan batas masa berlaku dan wajib kompensasi saat berakhir. PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) adalah hubungan kerja tetap tanpa batas waktu, dengan hak seperti pesangon saat PHK dan bisa disertai masa percobaan maksimal 3 bulan.

Kapan UMKM wajib memungut PPN?

Usaha wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan mulai memungut PPN saat omzet melewati Rp 4,8 miliar dalam satu tahun. Di bawah ambang itu, usaha boleh memilih jadi PKP secara sukarela, tapi tidak diwajibkan. Ini berbeda dari PPh Final UMKM 0,5% yang mengikuti aturan tersendiri.

Apa bedanya BEP dan ROI?

BEP (Break-Even Point) adalah titik penjualan saat pendapatan persis menutup biaya - jawaban atas 'berapa banyak harus terjual agar tidak rugi'. ROI (Return on Investment) mengukur seberapa besar keuntungan dibanding modal yang ditanam, dalam persen - jawaban atas 'seberapa menguntungkan modal ini'.

Sudah paham istilahnya? Lanjut ke semua panduan UMKM atau hitung angkanya di kalkulator gratis.