Tools & SaaSDiperbarui

Aplikasi Payroll & HR UMKM: Talenta, GajiHub, Mekari

Bandingkan aplikasi payroll & HR UMKM: Talenta, GajiHub, GreatDay. Hitung gaji, PPh 21, BPJS, dan slip otomatis, plus kapan cukup spreadsheet.

Oleh ··Diperbarui 7 Juli 2026·6 menit baca

Hitung gaji manual di Excel = error-prone + makan waktu + nightmare saat audit. Aplikasi payroll & HR otomasi hitungan BPJS, PPh 21, lembur, cuti - kelar dalam menit, bukan jam.

Ringkasan singkat

3 Aplikasi Payroll & HR UMKM - Cepat compare

Klik header untuk sortir

Mekari TalentaKuotasi (via sales)UMKM tumbuh, ekosistem MekariHR + payroll terintegrasi penuh4.5/5
GajiHubGratis-~Rp 20rbUMKM kecil-menengahUI paling friendly untuk owner non-HR4.3/5
GreatDay HR~Rp 20-30rbUMKM mikro-kecil, struktur sederhanaFitur inti payroll lengkap, mobile-first4.0/5

Skor editor 1-5 dari perbandingan fitur publik tiap aplikasi. GajiHub mempublikasikan harga (termasuk tier gratis); Talenta pakai skema kuotasi via sales. Angka rupiah hanya perkiraan kasar per karyawan/bulan (belum termasuk PPN) dan sering berubah - selalu cek harga terbaru di situs resmi tiap vendor.

Apa yang dikerjakan aplikasi payroll tiap gajian

Sebelum membandingkan harga, pahami dulu apa yang sebenarnya diotomasi. Satu siklus gaji manual di Excel makan waktu karena kamu mengerjakan ini satu per satu - aplikasi payroll melakukannya sekaligus:

  • Hitung gaji bersih. Gabungkan gaji pokok, tunjangan tetap, lembur, dan potongan (telat, kasbon) jadi angka take-home per karyawan.
  • Potong PPh 21 otomatis. Sejak 2024, perhitungan pakai skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) bulanan lalu disetahunkan di Desember. Kalau masih hitung manual, pahami dulu cara hitung PPh 21 karyawan supaya tahu logika yang diotomasi aplikasi.
  • Hitung iuran BPJS. Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, bagian karyawan maupun bagian perusahaan, dihitung dari upah sesuai tarif berlaku.
  • Generate slip gaji. Slip PDF per karyawan otomatis, bisa langsung dikirim ke email atau dibuka di aplikasi.
  • Siapkan file transfer bank. Rekap nominal jadi satu file untuk batch transfer di BCA, Mandiri, BNI, atau BRI - bukan transfer satu-satu.
  • Bukti potong dan pelaporan. Bukti potong PPh 21 dan rekap untuk lapor SPT ikut terbentuk dari data yang sama.

Setoran PPh 21 dan iuran BPJS punya tenggat tiap bulan; menandai tanggalnya di kalender pajak UMKM mencegah telat bayar dan denda. Komponen musiman seperti THR dihitung terpisah - kalau butuh angkanya cepat, pakai kalkulator THR. Data jam kerja yang jadi bahan hitungan ini paling rapi kalau datang dari aplikasi absensi karyawan, bukan rekap tangan yang rawan selisih.

1. Mekari Talenta - sweet spot UMKM Indonesia tumbuh

Kelebihan:

  • Ekosistem Mekari (Jurnal akuntansi, Klikpajak, Qontak CRM)
  • Self-service karyawan via mobile app (slip gaji, request cuti, absensi GPS)
  • Reporting compliance (laporan BPJS, PPh 21, e-Filling)
  • ESS (Employee Self Service) bagus - karyawan submit klaim reimbursement sendiri
  • Integrasi attendance machine (fingerprint, face recognition)

Kelemahan:

  • Harga per-karyawan + per-modul (bisa cepat naik kalau pakai banyak fitur)
  • Setup awal butuh 2-3 minggu (mapping struktur organisasi, leave policy, dll)
  • Beberapa fitur advanced (succession planning) di enterprise tier

Cocok kalau: UMKM 10-100 karyawan, sudah pakai Mekari Jurnal, butuh HR + payroll terintegrasi.

2. GajiHub - paling friendly untuk owner non-HR

Kelebihan:

  • UI paling sederhana dibanding kompetitor (target pasar: owner UMKM, bukan HR profesional)
  • Onboarding cepat - bisa jalan dalam 1 minggu
  • Customer support responsif (chat in-app)
  • Modul payroll, absensi, cuti, klaim - semuanya included tanpa add-on
  • Harga dipublikasi transparan (ada tier gratis; auto PPh 21 + BPJS mulai tier berbayar menengah)

Kelemahan:

  • Komunitas lebih kecil (tutorial/video lebih sedikit dibanding Talenta)
  • Integrasi ekosistem terbatas (tidak ada CRM/akuntansi terintegrasi natively)
  • Multi-cabang ada di tier yang lebih tinggi

Cocok kalau: UMKM 5-30 karyawan, owner sendiri yang handle payroll (tidak ada HR khusus), mau tools sederhana yang langsung jalan.

3. GreatDay HR (by DataOn) - tier dasar untuk usaha mikro

Kelebihan:

  • Tier dasar tergolong hemat untuk usaha mikro (harga per karyawan/bulan, cek harga terbaru di situs resmi)
  • Cukup untuk UMKM mikro (< 20 karyawan)
  • Auto-hitung PPh 21 + BPJS standar
  • Mobile-first (cocok untuk tim lapangan)
  • Dikembangkan DataOn (PT Indodev Niaga Internet), vendor HRIS lama di Indonesia

Kelemahan:

  • Fitur advanced (workflow approval multi-level, custom reporting) lebih terbatas
  • Komunitas + dokumentasi lebih kecil
  • Beberapa edge case (mix PKWT/PKWTT + magang) butuh manual workaround

Cocok kalau: UMKM mikro (< 20 karyawan) dengan struktur gaji sederhana (gaji flat + lembur saja) dan tim yang banyak di lapangan.

"Sleekr" sekarang jadi Mekari Talenta

Kalau kamu mencari "Sleekr" - software HR yang dulu populer - namanya sudah tidak dipakai lagi. Sleekr, Talenta, Jurnal, dan Klikpajak dilebur jadi satu grup Mekari sejak 2019, dan produk payroll-nya kini adalah Mekari Talenta. Jadi tidak perlu membandingkan Sleekr sebagai opsi terpisah; padanannya sekarang adalah Talenta di poin 1.

Komponen yang HARUS di-cek sebelum pilih payroll

  1. BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan - auto-hitung iuran karyawan + employer
  2. PPh 21 (TER 2024+) - sistem TER (Tarif Efektif Rata-rata) berlaku sejak 2024
  3. Lembur - hitung upah lembur (jam pertama 1,5x upah sejam, berikutnya 2x) sesuai PP 35/2021
  4. Cuti tracking - saldo cuti tahunan, cuti haid, cuti melahirkan
  5. Slip gaji - PDF auto-generate, kirim ke email karyawan
  6. Multi-bank transfer - file BCA/Mandiri/BNI/BRI untuk batch transfer
  7. Bukti potong PPh 21 - generate 1721-A1 untuk lapor SPT tahunan
  8. Audit trail - siapa edit apa, kapan

Kapan spreadsheet masih cukup

Aplikasi payroll bukan wajib sejak hari pertama. Kalau karyawan masih 1-4 orang, gajinya flat tanpa lembur atau potongan yang berubah-ubah, dan kamu belum wajib memotong PPh 21, spreadsheet plus transfer manual masih hemat dan cukup rapi. Repot mulai muncul saat komponen gaji beragam (lembur, tunjangan, bonus, potongan telat), jumlah karyawan naik, atau kamu harus setor PPh 21 dan iuran BPJS rutin - di titik itu waktu yang habis untuk hitung manual biasanya sudah lebih mahal dari langganan aplikasi. Aturan praktisnya sama seperti tools lain: beralih begitu biaya waktumu melampaui biaya langganan.

Cara migrate dari Excel ke aplikasi payroll

LangkahEffort
Standardize data karyawan (NIK, NPWP, BPJS, rekening)2-3 hari
Setup struktur organisasi + komponen gaji di app3-5 hari
Test run 1 bulan (parallel run sama Excel)1 bulan
Cutover sepenuhnyaMulai bulan ke-2

Plan total 6-8 minggu untuk smooth migration. Jangan cutover langsung - risiko salah hitung gaji = karyawan kecewa.

Yang sering terlewat

  1. Data karyawan kotor. NIK, NPWP, BPJS, rekening bank - banyak yang salah/missing. Bersihkan sebelum import.
  2. Komponen gaji yang complex. THR, bonus, tunjangan beda-beda per karyawan? Mapping ini butuh waktu.
  3. Tax-ready ke coretax DJP. Sejak 2025 rollout bertahap, integrasi bukti potong elektronik penting. Cek vendor sudah siap.
  4. Karyawan training. App self-service hanya bekerja kalau karyawan tahu cara pakai. Onboarding 30 menit minimum.

Mau pembukuan + payroll terintegrasi penuh? Cek review software akuntansi UMKM - Mekari Jurnal + Talenta = combo populer. Kalau bisnis kamu juga banyak transaksi B2C, pelajari aplikasi POS terbaik untuk UMKM Indonesia.

BagikanWhatsAppXLinkedIn

Edisi mingguan

Dapat insight UMKM tiap Selasa

1 email, 1 topik, 5 menit baca. Tanpa promo, tanpa spam. Berhenti kapan saja.

Kami tidak akan share email kamu ke pihak ketiga. Baca kebijakan privasi.

Baca lainnya

Artikel terkait